Kenapa kita sakit hati?
Jika berbicara tentang sakit hati, maka setiap orang pernah merasakannya. Namun kadar sakitnya, bergantung kepada seberapa besar kemauan hati untuk berbesar hati memaafkan. Jelas bagi sebagian orang ini bukan perkara mudah karena melibatkan hati, ada yang didzolimi. Tapi perlu senantiasa diingat bahwa Allah Maha Pemaaf dan kita pun ingin kalo Allah mengampuni dosa kita yang sebanyak pasir dilautan.
picture is taken from here
Sakit hati itu muncul karena lisan yang tidak dijaga, jadinya kita baperan meski mereka bilang -selera humor kita rendah-. Maka sebelum menghakimi teman kita, ada baiknya apabila kita beintropeksi diri terlebih dahulu. Bisa jadi dahulu pernah menyakiti orang lain sehingga mungkin ini masa pengampunan dosa kita, agar turut merasakan kesedihan yang pernah lisan kita toreh kepada para saudara juga teman. Hal ini agar kita tidak mengulanginya lagi, ada efek jera.
Sakit hati itu karena ekspektasi yang terlalu tinggi. Allah ingin kita menjadikan-Nya sebagai satu-satunya tempat berharap paling tertinggi. Bisa jadi tanpa sadar kita sudah mencintai seseorang sebesar porsi cinta kita untuk Allah. Padahal cukuplah Allah sebagai alasan kita untuk mencintai seseorang, ketika dia berpaling dari Allah maka berkurang pula kadar cinta kita kepadanya. Rasa sakit hati itu bisa jadi pertanda bahwa ada keburukan yang ingin Allah hindarkan dari hidup kita, yang manis hikmahnya mungkin baru bisa kita cerna beberapa waktu kemudian.
Sakit hati itu ketika "ingin" tak sesuai dengan "realita". Sekali lagi, bahwa mungkin Allah ingin mengajari kita untuk tidak mengandalkan diri sendiri terhadap hal remeh sekalipun. Allah ingin mengajarkan kita percaya dan husnudzon kepada ketetapan-Nya. Bahwa meskipun perkara sendal putus pun, kita kudu menyertakan Allah, ya Allah sendalku putus.. mohon bantulah aku. Saat sedang ujian atau melalui hal yang rumit, kita tak boleh mengandalkan usaha kita sendiri namun sertakan Allah melalui doa-doa tulus kita, la hawla walaa quwwata illa billah. Secarik doa ini tertuang dalam rentetan doa dalam dzikir pagi dan petang yang setiap hari kita lafadzkan yaitu,
Yaa
Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa
laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
“Wahai
Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala
sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku
dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat
pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
Faedah:
Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah
supaya diamalkan pagi dan petang. [HR.
Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro
(381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad
hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah
Ash Shahihah no. 227] (https://rumaysho.com/1638-bacaan-dzikir-petang.html)
dokumentasi pribadi khofiyaarizki
Kisah ini dinukil dalam buku "Meneladai Akhlak Generasi Terbaik"
Sakit hati bisa menyebabkan seseorang uring-uringan dan tidak produktif dalam bekerja, alhasil kerjaan atau tanggungjawab jadi tidak maksimal. Jika kita masih diuji Allah disitu-situ aja, artinya Allah ingin kita belajar sabar lebih banyak lagi, biar kita bisa naik kelas :) Semangat menabung pahala kesabarannya, pahala keikhlasan dalam memaafkan (yes.. dunya is temporary), semangat menahan diri dari tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Percayalah Allah Maha Melihat, biarlah hukum alam berlaku. Tetap bangkit meski sempoyongan, memohon kekuatan pada-Nya, berkumpullah dengan orang-orang yang mencintai kita.. agar kita punya energi tambahan untuk melanjutkan hidup.
#ODOPbatch7 #OneDayOnePost
5 komentar
Keren kk tulisan ttg sakit hatinya.mg kt g sering2 sakit hati y..
BalasHapusBagus~
BalasHapusMasya Allah, bagus sekali ka...
BalasHapusSukaaa...😍😍😍
BalasHapusIsisnya bagus kak..
BalasHapusKAlau penulisanya pake sub judul sepertinya lebih enak dibaca