Bodo Amat, Titik.

by - 1:01 AM


Kata-kata atau perbuatan tidak mengenakkan tidak dinafikan pernah kita temui bahkan bagi sebagian orang mungkin menjadi perkara yang sering terjadi. Lagi-lagi bagi sebagian orang kadang hal tersebut sepele tapi bagi orang lain yang dijadikan tujuan lelucon belum tentu. Kata mereka, selera humor kamu rendah.. kamu terlalu baper, tapi apa emang iya? Apapun jawabannya, kita tentu ga punya hak dan sebenarnya tidak etis plus perkara yang jelas keliru untuk menjadikannya dalil untuk meremehkan orang lain, mencibir orang lain semau mulut kita. Sebab, kita kudu ingat bahwa.. lidah itu tidak bertulang dan orang lain juga punya mulut, sehingga bukankah sangat mudah bagi Allah untuk menghendaki orang lain akan berbuat balik sama kepada para pencibir?

Mungkin disinilah makna dan fungsi dari kata bodo amat itu. Bagi teman-teman yang seringkali dicibir dan diremehin,  mungkin hal pertama yang perlu kita lakukan adalah ber-istighfar, sebab boleh jadi dulu kita pernah melakukan hal serupa kepada orang lain dan kita belum meminta maaf sehingga Allah cobakan hal tersebut kepada kita. Lalu selanjutnya mari kita belajar bersikap bodo amat sambil memaafkan dan mencoba melapangkan dada seluas-luasnyaaa.... and then mari sibuk memperbaiki diri serta mengejar cita-cita. Meladeni hal sepele macam itu hanya membuat kita makan hati, bisa jadi kita kepikiran semalaman tapi orang yang mencibir malah tidur pulas ditempat tidurnya. Miris sekali.  Menanggapinya hanya mencuri kebahagiaan kita, membuang waktu berharga kita yang seyogyanya kita pergunakan untuk menaiki tangga menuju target atau mimpi-mimpi kita atau bahkan idealnya kita pake untuk mencari uang.
Mari kita sibuk memperbaiki aib-aib kita ketimbang sibuk membicarakan atau menjadikan guyonan kekurangan orang lain apalagi jika itu perkara fisik. Ingat, tidaklah fisiknya menjadi seperti –demikian- melainkan Allah telah menghendakinya. Jadi ketika kamu mencibirnya, bukankah secara otomatis kamu sedang menghina, mencaci, merendahkan ciptaannya Allah Sang Pemilik alam semesta? Memangnya kita ini siapa? Memangnya kita sudah sesempurna apa fisiknya apalagi hati dan bekal takwanya untuk lolos penghakiman Allah di padang mahsyar nanti? bukankah semuanya dicatat malaikat dan seluruh anggota tubuh juga akan bersaksi? Kita perlu ingat bahwa kita pun bukan manusia yang sempurna, kita juga perlu mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum rentetan kata itu terucap dari lisan kita. Pertanyakan kembali kepada hati kecil kita, apa kita senang kalo kalimat itu diucapkan kepada diri kita? kalo engga ditahan dulu lah,  kentut aja kita bisa nahan didepan umum apalagi perkara kalimat gak bermutu dan berpotensi untuk nyakitin. Ucapan adalah perkara selain waktu dan kesempatan yang ga bisa kita tarik kembali.  jadi hati-hatilah.. (self remind too for me) banyak-banyak beristighfar.. dan bergegas mengumpulkan pahala dan mencari rahmatNya
Dear kamu yang baik hatinya,
semoga segala urusan kamu dimudahkan termasuk dalam bersikap bodo amat. Seberapa seringnya itu terjadi, jika itu berhasil mengkisutkan mood kita, mencuri senyum kita, membuat kita ragu pada sendiri, maka yakinlah.. itu lah saatnya kita untuk bersikap bodo amat, titik. Seorang temanku yang baru-baru ini selesai sidang untuk studi masterny ku hampiri. kutanyakan mengapa kamu bisa sekuat ini.. mengapa kamu pada akhirnya bisa selesai ditahap ini padahal masih ku ingat jelas saat akhir semester dua kamu terlihat seperti tidak punya harapan.. yang ku duga itu perkara nilai yang ga sesuai ekspektasi kamu.  tahukah kamu apa jawabannya? itu karena aku bersikap bodo amat sama perkataan orang, maju terus pantang mundur. Well, semangat ya meneruskan hidup. Masih banyak yang perlu kita galaukan selain mereka, cita-cita yang tak kunjung tercapai misalnya... hehe semangat, biiznillah.. bisa.

You May Also Like

0 komentar

Entri yang Diunggulkan

Ibrah: Orang-orang Pergi. Apakah Mereka Kembali?

Bismillah. Kepergian itu sulit. Tapi, kehilangan lebih sulit lagi. Mengapa orang-orang harus saling meninggalkan? Jawabannya membawa saya...

Nobody's perfect

Pengikut