Kamu tidak “sekosong” itu

by - 11:42 PM


Tidak melulu tentang pendamping hidup. Jika direnungi maka kita sampai linglung menyadari betapa banyaknya yang harus segera diselesaikan. Memang ga masalah sama sekali kalo para generasi awal 90an yang masih single mulai memikirkan tentang calon partner hidupnya. Namun jika seluruh semesta kita sejak matahari terbit sampai matahari kembali terbit hanya berotasi pada angan-angan dan khayalan tentang itu maka rugilah kita.

Tak bisa dinafikan tekanan itu datang dari segala arah. Tapi mari kita fokus terlebih dahulu menyelesaikan apa yang ada di depan mata, berjuang menyelesaikannya dengan tuntas dibawah rahmat Ilahi. Belum lagi dosa kita yang hari demi hari bisa jadi bertambah dan amal  kita yang bisa jadi tidak ikut bertambah. Ceritain orang, ngelirik orang sambil mencibir dalam hati, suudzon sama statusnya temen, ngeliat yang ga seharusnya dilihat, bermaksiat kepada Allah saat sendirian, merasa paling segalanya, dan segala penyakit hati lainnya yang semestinya patut mendapat perhatian kita dalam porsi besar, sebelum akhirnya malaikat Allah datang melepas segala nikmat kehidupan dan kita ga sempat bertobat. Wana’udzubillah.

credit copyright to parentingskillsblog.com

Sibuk. Sebenarnya kita sungguh sangatlah sibuk, begitu banyak dari urusan kita yang harus kita benahi dan kekurangan-kekurangan kita yang harus diperbaiki, serta beragam kesalahan yang darinya kita harus belajar (meski lambat) untuk tidak mengulanginya lagi. Sudahkah kita membersihkan kamar hari ini? Sudahkah kita senyum kepada orang lain hari ini? Sudahkah pakaian kotor dicuci? Sudahkah buku perpustakaan dikembalikan? Sudahkah tilawah hari ini? Sudahkah kita menambah hafalan al-Qur’an hari ini? Adakah utang yang belum kita lunasi? Sudahkah kita bangun shalat subuh tepat waktu? Adakah janji yang belum kita tepati? Whoa.. kita sungguh sibuk sekali. Dan yang pasti, hidup kita tidak melulu dipersiapkan untuk dunia tapi juga untuk nanti, mulai dari alam barzah hingga melewati persidangan hari akhir.

Semoga Allah menjaga kita dari penyakit “sibuk sendiri dengan urusan orang lain” a.k.a penyakit hati yang bertubi-tubi. Semoga Allah juga jaga kita dari angan-angan yang berujung pada galau berkepanjangan, yang malah bikin syaithon girang tiada terkira.
Terlalu banyak yang harus kita perbaiki hari ini. Kita harus melangkah dan bertekad untuk melalui hari ini dengan lebih baik dibanding hari kemarin.
Then..
Teman hidupmu mencerminkan dirimu. Pertanyaannya adalah… “maukah kamu menikahi seseorang yang memiliki sifat serta kebiasaan seperti dirimu yang hari ini?” . dengan segala kekurangan diri sejujurnya aku pribadi belum siap, mungkin bulan syawal kemarin saya sempat baper dengan banyaknya teman sepermainan yang mengakhiri masa lajangnya. Namun rupanya jalan saya berbeda (yeay! Nikmati mbloh), dan yakinlah. Rencana Allah selalu lebih baik dari apa yang pernah kita bayangkan. Semua ada waktunya. Semoga kita tidak berhenti… tapi terus mempersembahkan usaha terbaik untuk menemui hari (itu).

You May Also Like

0 komentar

Entri yang Diunggulkan

Ibrah: Orang-orang Pergi. Apakah Mereka Kembali?

Bismillah. Kepergian itu sulit. Tapi, kehilangan lebih sulit lagi. Mengapa orang-orang harus saling meninggalkan? Jawabannya membawa saya...

Nobody's perfect

Pengikut