Aku mulai membaca dan menonton sejarah pelaksanaan
Asian Games dari satu sumber ke sumber yang lainnya. Seketika nasionalisme-ku
membara. Sang Proklamator menunjukkan pada dunia bahwa meskipun Indonesia
termasuk negara yang baru merdeka, namun tidak boleh dipandang sebelah mata.
Semangat bung Karno membakar semangat segenap bangsa Indonesia. Tak hanya
membangun stadion Gelora Bung Karno (GBK), saat itu bahkan para atlet terbaik
bangsa ini berhasil meraih peringkat umum ke dua. Ya, Indonesia pernah mengguncang dunia.
Pesta olahraga ini bukan acara milik para atlet
terbaik, warga Jakarta atau warga Palembang saja, bukan pula hanya dimiliki
oleh pemerintah atau panitia semata. Namun acara ini milik seluruh bangsa
Indonesia sebab acara ini berlangsung dalam area teritori yang sama, dibawah
bendera yang sama. Bersama olahraga, saatnya tunjukkan pada dunia bahwa bangsa
Indonesia #dukungbersama merajut persahabatan berbalut semangat, menyukseskan Asian
Games ke-18 yang sudah didepan mata.
Akronim -elgebete- lagi hot di negeriku tercinta, Indonesia. Banyak yang Kontra, tapi ternyata ada
juga yang Pro dengan mengatasnamakan kemanusiaan. Sedih. Prihatin. Gusar. Bahkan ada negara tertentu yang melegalkan
hubungan sesama jenis. Meskipun begitu, aku tak ingin Indonesia ikut-ikutan
melegalkannya.

Sejujurnya aku
berada dipihak yang kontra dengan elgebete. Namun bukan berarti aku membenci para
pelakunya. Aku membenci penyakit tersebut, rasanya seperti melawan takdir
Tuhan. Pasti syaithan lagi senang-senang nya melihat saudaraku terpuruk dengan
sakitnya. Semoga mereka segera berbalik ke arah yang benar aamiin. Tiba-tiba
jadi teringat sama kisah kaum nabi Luth ‘alaihissalam. Kaumnya bernama Sodom,
mereka memang senantiasa membangkang
ketika sang nabi mengingatkan kembali ke jalan yang benar. Sekilas
mengingatkan, kaum Sodom adalah kaum
yang menghalalkan hubungan sesama jenis. Padahal nabi Luth ‘alaihissalam
telah berulang kali loh memperingatkan mereka akan adzab-Nya. Dan saking parah
dan akutnya sifat membangkang kaum nabi Luth ‘alaihissalam, maka turunlah adzab
Allah atas mereka. Negeri Sodom pun dijungkirbalikkan oleh Allah, dan dijatuhi
dengan hujan batu. Hal ini tertulis dalam Kalamullah yang mulia, Al-Qur’anul
Kariim (QS:11:81-83)
Berikut petikan ayat ke 82 dari surah Hud
Ini bukan dongeng.
Ini adalah kisah nyata. Kalo lagi gooling,
pasti bakalan nemu cerita para arkeolog tentang jejak para kaum Sodom yang
ditemukan pada abad ini. Wallahu’alam. Semoga kita senantiasa dijaga Allah dari
perilaku mendzalimi diri sendiri dan orang lain. Semoga kita senantiasa berada
di jalur yang diridhoi-Nya. Bukankah hanya kepada-Nya kelak kita kembali? Ya.
Kembali dan mempertanggung jawabkan segalanya yang telah diperbuat.
Hal yang dapat
kita lakukan saat ini untuk menyikapi hal tersebut, mungkin tidak lah begitu
besar. Namun setidaknya kita mau untuk menyebar kebaikan bahwa elgebete bukanlah
perkara yang dibenarkan dalam agama. Setidaknya kita mau beraksi meskipun
dimulai dari hal kecil, semoga kelak bisa menyadarkan mereka yang tengah
terjerat dalam lingkaran tersebut. Setidaknya kita mau berusaha untuk menjaga
bumi Indonesia dari adzab-Nya. Bukankah ketika adzab itu datang, yang terkena
bukan hanya mereka yang membangkang namun juga mereka yang beriman? Sembari
menjaga diri, mari mendoakan saudara seiman kita yang mungkin tengah terjerat,
semoga cepat sembuh dan kembali kepada fitrahnya, Aamiin. Mari mengajari adik,
teman, untuk tidak mencoba-coba berperilaku menyerupai perempuan, begitupun
sebaliknya. Semoga Indonesia senantiasa dalam penjagaan Allah, Aamiin.
#ODOPBatch2
#Harike20_week4
5:41 PM
5
komentar
Entri yang Diunggulkan
Ibrah: Orang-orang Pergi. Apakah Mereka Kembali?
Bismillah. Kepergian itu sulit. Tapi, kehilangan lebih sulit lagi. Mengapa orang-orang harus saling meninggalkan? Jawabannya membawa saya...
